Keropos tulang atau osteoporosis ialah penyakit yang disebabkan tulang kekurangan mineral sehingga tulang menjadi rapuh dan semakin lemah secara perlahan-lahan. Gejala keropos tulang yang khas tidak ada, hanya terasa pegal-pegal saja. Biasanya penderita baru menyadari penyakitnya ketika tulangnya patah akibat tulang sudah rapuh.
Kerapuhan tulang dianggap sebagai akibat kekurangan kalsium (Ca), sehingga pencegahan dan pengobatannya yaitu hanya menambah kalsium. Penambahan kalsium hanya dapat bermanfaat bila di dalam tubuh cukup tersedia fospor (P). Jika tidak, kelebihan kalsium akan menjadi racun di dalam tubuh.
Wanita lebih beresiko terhadap penyakit keropos tulang. 80% di antaranya adalah wanita yang telah menopause. Penyakit ini biasanya menyerang daerah pinggul.
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya keropos tulang antara lain kekurangan zat kalsium (Ca), keturunan, usia, kekurangan protein, kekurangan vitamin A, C, dan D, metabolisme tubuh, cacat / lumpuh, puber aktif, menopause, stroke, dan diabetes.
Biokimia hormonal menurut penelitian yang diadakan di Amerika, wanita menopause yang mengkonsumsi 3 gr boron setiap harinya akan terhindar dari kehilangan zat tulang sampai 40 %. Boron adalah zat yang dapat meredam dan menetralkan neutron. Boron dapat meningkatkan estrogen dalam darah dan zat-zat lainnya. Oleh karena itu, zat Boron mencegah demineralisasi tulang. Jika tidak cukup mendapatkan Boron berarti tubuh kehilangan zat kalsium dan magnesium, yaitu mineral yang dibutuhkan untuk menguatkan tulang. Kekurangan Boron dapat menghambat metabolisme, sehingga mengakibatkan tulang rapuh.
Untuk mencegah keropos tulang, dianjurkan untuk mengkonsumsi biji-bijian, jus nanas, vitamin, kacang, teh, sayur po chai, havermut, dan lain-lain.
Sedangkan yang harus dihindari antara lain kopi, alkohol, merokok, cokelat, kcang tanah goreng, daging asap, keju, kismis, hot dog, es krim, dan yoghurt.
Olahraga yang baik untuk mempertahankan atau meningkatkan keadaan tulang adalah olahraga yang bersifat merengangkan tulang, seperti loncat tali, tenis, jogging, jalan kaki, bersepeda, dan bola basket. Olahraga dilakukan 3 kali seminggu dan selama 1 jam untuk setiap kali latihan. Olahraga di tempat terbuka dan terkena sinar matahari pagi sangat bermanfaat karena dapat menambah vitamin D. Vitamin D sangat membantu penyerapan kalsium (Ca) di dalam tubuh.
Sumber: Dr. Hembing
