Rabu, 01 Juni 2011

Tambal Gigi

Bagi Anda yang berencana menambal gigi anak Anda, atau memang Anda sendiri yang berencana menambal gigi Anda, sebaiknya Anda perlu mengetahui terlebih dahulu jenis-jenis atau bahan-bahan apa saja yang biasanya digunakan untuk menambal gigi.

Hal ini diperlukan untuk mengetahui seberapa jauh resiko yang akan timbul pada diri Anda, baik yang bersifat materil maupun non materil, setelah menggunakan bahan-bahan tambalan gigi tersebut.

Bahan-bahan tambalan gigi tersebut adalah : amalgam, resin komposit, semen ionomer kaca, porselen, campuran logam emas. Masing -masing bahan tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan.

1. Amalgam

Kelebihan :
+ Kuat, tahan lama dan tahan terhadap tekanan kunyah.
+ Paling murah diantara tambalan lainnya.
+ Resiko terjadinya kebocoran yang menyebabkan masuknya bakteri dan makanan sangat kecil.
+ Dapat ditambalkan pada suasana lembab, sehingga cocok digunakan pada anak-anak dan pada pasien dengan kebutuhan khusus.

Kekurangan :

- Menyebabkan perubahan warna pada gigi karena bersifat korosi.
- Membutuhkan banyak pengambilan jaringan gigi yang sehat sehingga cenderung melemahkan struktur gigi yang tersisa.
- Perbaikan tambalan amalgam juga membutuhkan perlakuan khusus untuk menghindari bahaya merkuri yang mungkin terlepas pada saat pembongkaran.
- Pemolesan baru dilakukan pada kunjungan berikutnya.

2. Resin Komposit

Kelebihan :
+ Warna sangat mirip dengan gigi.
+ Tidak korosi.
+ Cukup kuat, tahan lama dan tahan tekanan kunyah yang tidak terlalu besar pada ukuran tambalan kecil hingga sedang.
+ Bisa digunakan untuk semua gigi, depan maupun belakang.
+ Membutuhkan lebih sedikit pengambilan jaringan gigi yang sehat.
+ Perbaikan dapat dilakukan dengan lebih mudah.
+ Pemolesan dilakukan langsung di akhir kunjungan.

Kekurangan :
- Lebih mudah pecah dan dapat terjadi sedikit abrasi permukaan dibanding amalgam.
- Paling sulit dalam pengaplikasiannya dibanding tambalan lain, memerlukan teknik sensitif dan keterampilan yang cukup.
- Lebih mahal dibanding amalgam.
- Dapat menyebabkan reaksi alergi, walau sangat jarang, lebih jarang dibanding amalgam.
- Lebih mudah terjadi kebocoran dan dapat terjadi sensitivitas gigi akibat penambalan dengan prosedur yang tidak tepat.

3. Semen Ionomer Kaca

Kelebihan :
+ Sewarna gigi tetapi tidak sebaik resin komposit.
+ Mengandung fluor sehingga dapat mencegah terjadinya karies dikemudian hari.
+ Pembuangan jaringan gigi yang sehat sangat minimal bahkan terkadang tidak memerlukan pengeboran pada gigi.
+ Sangat biokompatibel, bersahabat dengan vitalitas gigi.

Kekurangan :
- Sangat rentan pecah dan abrasi permukaan, khususnya di daerah yang menerima tekanan
kunyah. Biasanya digunakan pada leher gigi maupun akar gigi, pada gigi anak-anak maupun sebagai dasar tambalan yang lebih keras.
- Lebih mahal dibanding amalgam, sedikit lebih murah dibanding komposit.
- Abrasi pada permukaan menyebabkan permukaan tambalan menjadi kasar sehingga rentan perlekatan plak gigi.
- Sangat jarang menimbulkan reaksi alergi.

4. Porselen

Kelebihan :
+ Mirip sekali dengan warna gigi dengan bentuk anatomi yang serupa sekali dengan gigi asli.
+ Tidak mudah abrasi, tetapi dapat menyebabkan abrasi pada gigi lawannya.
+ Tidak menyebabkan alergi.

Kekurangan :
- Rapuh, getas dan mudah retak.
- Cukup mahal
- Membutuhkan banyak pengambilan jaringan gigi dibanding logam.

5. Campuran Logam Emas

Kelebihan :
+ Kekuatan dan ketahanannya paling baik dibanding tambalan lain.
+ Lebih sedikit pengambilan jaringan gigi dibanding porselen.
+ Tahan korosi.
+ Resiko kebocoran minimal karena bentuk dapat dengan mudah dimanipulasi.

Kekurangan :
- Paling mahal dibanding tambalan lainnya.
- Tidak sewarna gigi.
- Dapat menyebabkan reaksi alergi, tetapi sangat jarang.

Berdasarkan metode peletakannya, proses penambalan gigi itu dibagi menjadi dua kategori, yaitu tambalan langsung dan tambalan tidak langsung.

Tambalan langsung adalah proses penambalan gigi yang diletakkan langsung pada gigi, dimana pasien tidak perlu kembali lagi setelah proses penambalan tersebut. Tambalan yang menggunakan bahan amalgam, resin komposit dan semen ionomer kaca masuk ke dalam kategori ini.

Tambalan tidak langsung adalah proses penambalan gigi yang memerlukan dua kali atau lebih perlakuan, dimana pasien memerlukan dua kali atau lebih kunjungan untuk menyelesaikan proses penambalan tersebut. Tambalan yang menggunakan porselen dan campuran logam emas masuk ke dalam kategori ini.

SHARETHIS